Senin, 27 Februari 2017

Membangun Akhlak Bangsa Melalui Pesantren

http://www.cirebonmedia.com/featured/2017/02/28/membangun-akhlak-bangsa-melalui-pesantren/

Pesantren merupakan suatu pendidikan yang paling tua di Indonesia. Pesantren sebuah tempat untuk menimba atau mendalami suatu ilmu tentang agama Islam. Sejak dahulu para wali songo menjadikan pesantren sebagai media untuk berdakwah menyebarluaskan ajaran-ajaran agama Islam di Indonesia. Dalam pendidikan pesantren siswa dikenal dengan sebutan santri yang diwajibkan untuk menginap di asrama yang sudah disediakan untuk beristirahat, belajar, serta masjid untuk beribadah. Para santri tinggal dan belajar bersama dalam bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai atau habib
Namun di era globalisasi sekarang ini penuh dengan kemajuan teknologi sehingga manusia dituntut lebih berkembang dalam menguasai ilmu pengetahuan, tetapi tidak diimbangi dengan ilmu agama. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam kutipan Mahalli Mudjab (2003:hlm.25), “Menuntut ilmu bagi setiap muslim hukumnya adalah wajib. Rasulullah menghimbau kepada umatnya agar rajin dan bergairah dalam mempelajari ilmu pengetahuan, memperluas wacana, dan cakrawala pikiran serta pemahaman terhadap agama. Sebab, hanya dengan ilmu seorang muslim akan mendapatkan derajat yang tinggi lagi mulia, baik di hadapan sesama manusia maupun dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Oleh karena itu, manusia tidak sadar bahwa mempelajari ilmu agama Islam itu sangat penting. Bangsa Indonesia seolah-olah sedang rapuh karena persoalan negara yang semakin hari semakin meningkat. Contoh persoalannya adalah mulai dari kasus kekerasan pada anak, perempuan, antar sesama, ketidak adilan hukum, budaya korupsi yang tidak pernah  selesai,kasus geng motor yang meresahkan masyarakat, banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal rokok dan yang lebih parah maraknya kasus narkoba dan pelecehan seksual terhadap perempuan di kalangan pemuda.

Senin, 30 Januari 2017

Haruskah Ospek Selalu Menelan Korban?


Ospek, kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia. Ospek sudah menjadi menu wajib yang harus dilahap para siswa baru, walaupun tidak semua sekolah dan kampus masih mempertahankannya. Tapi sayangnya kegiatan ini  lebih diisi dengan hal-hal negatif. Intinya, untuk membuat para senior puas.
Mahasiswa baru harus siap disiksa hingga dipukuli seniornya. Jika bersalah ataupun benar, mereka harus siap dengan hukuman yang sudah disipkan. Hingga akhirnya terdapat beberapa mahasiswa baru yang meninggal dunia akibat kekerasan fisik yang mereka alami. Haruskah ospek selalu menelan korban?. Aksi kekerasa saat berjalannya Ospek sepertinya sudah jadi tradisi tiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, ospek sudah menjadi budaya balas dendam bagi senior untuk menindas mahasiswa baru. Padahal, tujuan diadakannya ospek sendiri untuk menggebleng mental para mahasiswa baru.

Minggu, 29 Januari 2017

Sejak Kapan Budaya Ospek Ada di Indonesia?


Ospek merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang akan menempuh jenjang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Bagi kita yang ada di Indonesia, kegiatan ini sudah tidak asing lagi bagi kita karena kegiatan semacam ini sering kita saksiskan baik secara langsung maupun dari pengalaman orang terdekat kita.
Ketika seseorang ingin naik tingkat ke pendidikan yang lebih tinggi, para calon Siswa dan Siswi harus mengalami Masa orientasi Siswa atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Ospek. Kebanyakan siswa dan siswi merasa tertekan saat menjalani ospek, mereka dituntut untuk melakukan berbagai macam syarat yang diberikan oleh Pembina. Biasanya diminta untuk membawa peralatan tertentu dan diminta melakukan hal-hal aneh seperti memakai topi kerucut yang terbuat dari kertas dan membawa tas yang terbuat dari kardus hingga melakukan ekspresi seperti orang gila.

 

Rabu, 25 Januari 2017

Motivasi Kewirausahaan PNS Kabupaten Cirebon


Untuk memberikan arahan kepada para PNS yang akan memasuki masa purnabakti (pensiun) di tahun 2018, BKPPD Kabupaten Cirebon mengadakan kegiatan Motivasi Wirausaha bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon di aula kantor BKPPD Kabupaten Cirebon pada Kamis (17/11).
Motivasi kewirausahaan ini merupakan sebuah kegiatan rutin Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Derah Kabupaten Cirebon untuk memotivasi dan memberikan arahan kepada para PNS yang akan memasuki masa purnabakti. Seperti disampaikan oleh Kabid Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai BKPPD Kabupaten Cirebon, Sri Darmanto S.Sos, MPSSp pada Rabu (16/11). Menurutnya ketika PNS akan memasuki masa purnabakti akan semakin banyak waktu luang yang dimiliki. “Saat masuk pada masa purnabakti mereka akan memiliki banyak sekali waktu luang, oleh karenanya kami berpikir bagaimana supaya waktu yang mereka miliki itu dapat diisi dengan hal-hal positif seperti berwirausaha.” terang Sri.

 

Kamis, 30 Juni 2016

Klarifikasi LSPP Technomatika

Foto: Klarifikasi masalah mahasiswa yang merasa ditipu. @cirebonmedia/ Bima


Untuk mengklarifikasikan pemberitaan mengenai kampus abal – abal dan sebagainya yang menyudutkan Lembaga Sertifikasi Pengembangan Profesi (LSPP) Technomatika Indonesia yang sebelumnya bernama Telkom PDC Cirebon, pihak manajemen mengadakan pertemuan dengan media untuk meluruskan pemberitaan tersebut.
LSPP Technomatika yang sebelumnya bernama Telkom PDC Cirebon berdiri pada tahun 2010 lalu dimana berdirinya Telkom PDC Cirebon merupakan hasil kerjasama antara CV. Bangun Citra Bersama dengan  Yayasan Pendidikan Telkom. Baru kemudian pada 2011, Suselo Purwanto, SE, mengambil alih pengelolaan Telkom PDC Cirebon dari CV. Bangun Citra yang mana pada saat itu masih menjalin kontrak kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Telkom sampai dengan Desember 2015. Sebagaimana bentuk kerjasama franchise pada umumnya, Telkom PDC Cirebon mengikuti semua rule yang ada di Telkom PDC pusat seperti izin program pelatihan kerja dari Dinas Tenaga Kerja serta izin dari Dinas Pendidikan.
Karena masa kontrak kerjasama yang sudah selesai, Suselo Purwanto, SE, selaku Direktur dari Telkom PDC Cirebon mengajukan perpanjangan kontrak baru kepada pihak manajemen Telkom PDC Bandung. Namun sampai dengan saat ini pihak Bandung belum memberikan keputusan apakah bisa diperpanjang atau tidak. “Karena ada beberapa pertimbangan mengenai hal – hal yang harus diperbaiki oleh karena itu untuk saat ini kerjasama dengan Telkom PDC belum bisa dilanjutkan kembali” ungkap Suselo. Untuk itu, demi membackup segala perizinan dan legalitas lembaga pendidikan ini, manajemen Telkom PDC membuat keputusan untuk mendirikan lembaga sendiri yaitu LSPP Technomatika. “Kita mengantisipasi jika MOU dengan Telkom PDC benar – benar tidak bisa dilanjutkan kita sudah mempunyai izin dan lembaga sendiri yaitu Technomatika ini” imbuh Suselo.

Kamis, 26 Mei 2016

Roadshow KKPK Mizan Goes To Korea Cirebon

Foto: Para Pelajar mengikuti acara KKPK Goes To Korea. @KKPK
Penerbit Mizan akan menyelenggarakan Roadshow Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) Mizan Goes to Korea. KKPK Mizan Goes To Korea sendiri merupakan program baru yang diselenggarakan Divisi Anak dan Remaja (DAR!) Mizan sebagai bentuk apresiasi bagi anak-anak Indonesia yang selama ini setia membaca KKPK.
Kota Cirebon menjadi pilihan lokasi roadshow, setelah awal Maret lalu launching program ini sukses diselenggarakan di Islamic Book Fair 2016 Jakarta. Sejak kelahirannya di tahun 2003, KKPK selalu berusaha konsisten memberikan ruang berkreasi bagi anak-anak Indonesia, terutama dalam dunia literasi. Hingga kini, Penulis dan Pembaca KKPK tersebar di seluruh wilayah Indonesia, memantapkan Kecil Kecil Punya Karya sebagai brand buku anak terbesar. Peserta program ini nantinya dapat memenangkan hadiah utama berupa tiket pesawat Jakarta-Seoul PP lengkap dengan uang saku dan akomodasi selama di Korea Selatan.
Para peserta KKPK Goes To Korea yang didominasi para pelajar
Konsep dari KKPK Mizan Goes To Korea ini berupa lomba dan kreativitas dari para peserta. Peserta harus mengumpulkan paper toys karakter dunia KKPK yang terdapat dalam buku KKPK pilihan edisi Maret – September 2016. Seluruh karakter tersebut harus dibuat berupa diorama dengan gambar latar sesuai kreasi masing – masing. Selanjutnya peserta mengirimkan foto dari dunia KKPK yang sudah dibuat dan tulisan yang berisi alasan mengapa peserta tersebut ingin sekali ke Korea bersama KKPK Mizan.
 Roadshow KKPK Mizan Goes to Korea di Kota Cirebon diadakan pada 23 Mei 2016 pukul 13.00 – selesai, bertempat di Toko Buku Gramedia Cipto Cirebon. Acara ini dikemas dengan tema khas negeri ginseng, Korea Selatan. Selain promo program, dalam Roadshow KKPK Mizan Goes To Korea ini juga diisi dengan sesi workshop menulis bersama Penulis Kecil Kecil Punya Karya. Acara ini dimeriahkan pula dengan permainan ala Running Man dan senam Gom Se Mari. Tak kalah menarik, di akhir acara juga diadakan sesi foto menggunakan pakaian khas Korea Selatan, yaitu Hanbok.

Selasa, 17 Mei 2016

Untuk Pertama Kalinya, Otak Buatan Mulai Dikembangkan

Untuk Pertama Kalinya, Otak Buatan Mulai Dikembangkan

otak buatan 890X395
Cirebonmedia.com– Bagian tubuh manusia sudah sedemikian rupa diciptakan dengan fungsi mempermudah aktifitas manusia untuk tetap bertahan hidup. Otak, merupakan bagian tubuh terpenting bagi manusia, bisa dikatakan bagian ini merupakan motor penggerak yang terdapat di dalam kepala manusia.
Semakin hari, dunia sains dan teknologi terus menunjukan perkembangan yang signifikan, inovasi baru dan penelitian baru sering dilakukan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti kloning yang muncul sebagai fenomena dalam dunia ilmu pengetahuan.
Baru-baru ini, Para ilmuwan dari Ohio State University mengatakan, sebuah otak yang hampir sepenuhnya buatan sedang dikembangkan di laboratorium untuk pertama kalinya. Otak buatan ini terbuat dari sel kulit manusia dewasa dengan ukuran sebesar kacang atau setara dengan otak yang dimiliki janin berusia 5 minggu.
Peneliti utama, Profesor Rene Anand, yang mempresentasikan data ini di sebuah simposium kesehatan militer di Fort Lauderdale, Florida, mengatakan, pihak mereka telah mereproduksi setiap bagian dari otak.
“Tak hanya terlihat seperti otak, ini mencerminkan semua gen yang membantu pembuatan otak dan itu berarti semua hal, mulai dari korteks hingga sumsum tulang belakang, semuanya ada,” ujarnya.
Meski demikian, otak buatan ini tak memiliki kemampuan untuk menjadi sadar dan Profesor Rene mengatakan, karena itulah, masalah etika tak akan muncul.
otak buatan 500X500“Ia tak memiliki masukan sensorik apa pun sehingga sebagian besar merupakan jaringan hidup yang mereplikasi otak. Ketika ada penyebab genetik atau lingkungan, kami bisa menilai bagaimana mereka mengubah migrasi sel, misalnya, atau pembentukan sinapsis atau pembentukan sirkuit,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Jadi, itu memberi kami akses yang luar biasa untuk mengetahui ketika sesuatu berjalan salah, seberapa besar salahnya, dan mungkin suatu hari kami akan mencari cara untuk memperbaikinya.”
Profesor Rene mengutarakan, otak buatan ini bisa memiliki dampak yang besar pada penelitian penyakit neurologis atau saraf dan akan mempercepat penelitian. Ia mengatakan otak buatan ini bisa membantu sejumlah kondisi, terutama alzheimer dan parkinson.



Sumber: Kompas.com & cirebonmedia
Image By: Google.com
 Untuk Pertama Kalinya, Otak Buatan Mulai Dikembangkan