Kamis, 03 Maret 2016

Sertifikasi Guru Untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Image By: Cirebon Media/ Harja

Cirebonmedia.com– Kamis 03 Februari 2015 kemarin, Proses serah terima Sertifikat Sertifikasi Guru berlangsung kondusif, Bertempat dihalaman depan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, dengan tema ‘’ Melalui Sertifikasi Guru dalam jabatan Kita tingkatkan Kualitas Pembelajaran’’.  raut kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah guru yang hadir dalam prosesi tersebut, sertifikasi tersebut diikuti oleh para guru non PNS dari Kabupaten Cirebon, Cirebon Kota dan Kabupaten Indramayu.
Menurut Dr. I Robia Khaerudin, MPd Ketua Badan Pengembang Akademik Universitas Swadaya Gunung Jati Serta Wakil Ketua Rayon 110 . “ Sertifikasi guru Merupakan  proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk  menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, meningkatkan proses dan hasil pembelajaran,  meningkatkan kesejahteraan guru, serta  meningkatkan martabat guru dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu dan berintegritas.
Berdasarkan Surat Keputusan MENDIKNAS Nomor 075/P/2011, penyelenggara sertifikasi guru dalam jabatan Rayon 110 ditetapkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai LPTK Induk dan empat LPTK Mitra, yaitu Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, STKIP Siliwangi Bandung, Universitas Langlangbuana, Universitas Kuningan.
Sebelum mendapatkan sertifikasi para Guru telah melalui rangkaian seleksi yang panjang Guru atau calon peserta mengikuti seleksi administrasi yang dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi dan atau kabupaten/kota.
Kemudian Semua guru calon peserta sertifikasi guru melalui PPG yang telah memenuhi persyaratan administrasi diikutkan dalam seleksi akademik berbasis data hasil Uji Kompetensi (UKA dan UKG). Bagi peserta yang lulus seleksi akademik dilanjutkan dengan penyusunan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
Bagi guru yang telah memiliki RPL setara dengan 10 SKS atau lebih ditetapkan sebagai peserta workshop di LPTK. Sedangkan guru yang sudah mencapai sekurang-kurangnya 7 SKS dapat melengkapi kekurangan RPL tersebut dengan durasi waktu maksimal 20 hari sejak diumumkan.
Setelah itu Workshop dilaksanakan selama 16 hari (168 JP) di LPTK meliputi kegiatan pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)/Penelitian Tindakan layanan Bimbingan dan Konseling (PTBK)/Penelitian Tindakan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTTIK) dan peer teaching/peer counceling yang diakhiri dengan ujian tulis formatif (UTF) dengan instrumen yang disusun oleh LPTK penyelenggara.Peserta sertifikasi guru melalui PPG yang lulus UTF akan dilanjutkan dengan melaksanakan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di sekolah tempat guru bertugas.
Image By: Cirebon Media/ Harja
Image By: Cirebon Media/ Harja
Dan PKM dilaksanakan di sekolah selama 2 bulan (diluar libur antar semester) dengan kegiatan-kegiatan sesuai tugas pokok guru yang meliputi penyusunan perangkat pembelajaran (RPP/RPPBK/RPPTIK), melaksanakan proses pembelajaran/layanan konseling/layanan TIK, implementasi PTK/PTBK/PTTIK, melaksanakan penilaian, pembimbingan, dan kegiatan persekolahan lainnya. Setelah menempuh rangkaian yang sangat panjang tersebut para guru yang telah lulus akan berhak mendapatkan sertifikasi yang dapat digunakan untuk lebih mensejahterakan keluarganya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk terus mengembangkan program sertifikasi guru secara merata. Agar Guru Non PNS dapat mendapatkan kesetaraan kesejahteraan seperti yang di dapatkan oleh PNS,
Bapak Robia Berharap setelah terbitnya sertifikasi ini para guru yang telah mendapatkan akan semakin termotivasi untuk bekerja secara Profesional untuk dapat mencerdaskan anak-anak bangsa Indonesia,

Rabu, 02 Maret 2016

Sudahkah Anda Menggunakan Lampu Hazard Dengan Benar?


Image By: Google.com

Cirebonmedia.com Untuk lebih memberi keamanan dan kenyamanan bagi pengendara mobil, berbagai pabrikan memberikan berbagai fitur keselamatan yang begitu canggih, namun tahukah Anda beberapa fungsi kendaraan yang banyak disalah gunakan yang kemudian berakibat fatal bagi pengendara, salah satunya lampu hazard. Bagi mayoritas pengemudi mobil, menyalakan lampu hazard ketika hujan deras sudah menjadi hal lumrah. Kebiasaan ini seolah telah menjadi   prosedur baku bagi pemilik mobil. Penggunaan lampu hazard tersebut tak lain bertujuan agar keberadaan pengemudi tersebut diketahui pengendara   lain. Namun, tahukah Anda menyalakan lampu hazard ketika hujan merupakan kesalahan besar yang bisa membahayakan pengendara lain?
Penggunaan lampu hazard saat hujan deras justru berbahaya  dan tidak ada fungsinya. Hal ini malah membuat kendaraan di belakang mobil kebingungan. Saat menyalakan lampu hazard,  lampu sein tidak bisa  dioperasikan. Hal itulah yang membingungkan pengendara lain dan pengemudi di belakang tidak mengetahui mobil di depannya akan belok ke kiri atau kanan. Hal ini jelas membahayakan pengendara lain.
Bahaya lainnya adalah kondisi lampu hazard yang menyala terus menerus  juga bisa membuat silau pengendara di belakangnya.
Lampu hazard  sendiri merupakan  lampu yang berfungsi sebagai peringatan atau penanda keadaan darurat yang dialami oleh pengemudi kendaraan tersebut. Ketika tombol dengan simbol segitiga merah di tekan, maka lampu sen akan hidup bersamaan.
Image By: Google.com
Image By: Google.com
Perihal mengenai regulasi lampu hazard tercantum dalam UU No.22 tahun  2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang mengatakan, “Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya (lampu hazard), atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.
Arti dari “keadaan darurat” dalam regulasi tersebut adalah sebagai berikut: Kendaraan mengalami malfungsi yang menyebabkan kendaraan berjalan  lebih lambat atau berhenti (mogok). Memberitahu dan memberi peringatan untuk kendaraan yang di belakangnya jika di depan ada gangguan, seperti kecelakaan lalu lintas, tanah longsor, dan lain-lain. Terjadi sesuatu pada kendaraan yang ditumpangi, seperti ban bocor yang mengharuskan kendaraan segera menepi. Kendaraan berjalan di luar jalur yang seharusnya dilalui.
Di negara Maju menyalakan lampu hazard saat mobil bergerak terlebih ketika hujan merupakan salah satu pelanggaran berat atas aturan lalu lintas darat. Namun di Indonesia, penggunaan lampu hazard masih disalahgunakan dan penerapan sanksi atas pelanggarannya pun belum terlalu maksimal.
diperlukan adanya edukasi atau kampanye tentang bahaya penyalahgunaan hazard ini. Jadilah pengendara cerdas dalam mengemudi yang bijak menggunakan hazard sesuai fungsinya. Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab kita bersama.

Melihat Kepribadian Dari Sidik Jari


Image By: Google.com

Cirebonmedia.com- Percaya atau tidak, kepribadian seseorang bisa dilihat dari berbagai macam hal yang ada di tubuh manusia. Kepribadian bisa dilihat dari bentuk jari kaki, dari panjang pendek jari tangan, dari bentuk rambut, cara memakai baju, cara menalikan tali sepatu, bentuk bibir dan bahkan bentuk pola sidik jari.
Dikutip dari laman vemale.com, sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa pola sidik jari bisa membantu kita memahami bagaimana kepribadian seseorang. Secara umum, ada tiga jenis bentuk sidik jari yang kita miliki. Masing-masing bentuk lekuk yang ada pada jari sendiri menjadikan seseorang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Berikut beberapa bentuk sidik jari tersebut dan karakter seperti apa yang dimiliki oleh pemiliknya.
Bentuk Loops
Mereka yang memiliki sidik jari pola loops diprediksi sebagai seseorang yang terbuka, ramah dan murah senyum. Orang-orang ini juga diprediksi memiliki kesehatan yang baik. Para ahli mengatakan bahwa orang-orang dengan sidik jari loops adalah orang-orang yang optimis dan pekerja keras. Tapi, orang-orang ini juga memiliki kelemahan. Mereka sangat tidak suka hidup dengan aturan yang keras. Mereka adalah orang-orang yang kreatif dan lebih suka mengembangkan bakatnya daripada terjebak dalam suatu hal yang membuatnya harus patuh pada aturan tertentu.
Image By: Google.com
Image By: Google.com
Bentuk Curves atau Kurva
Dari penelitian ilmiah yang dilakukan, orang-orang dengan pola sidik jari ini dikatakan sebagai orang yang penuh energi, punya rasa percaya diri yang baik, sopan, santun dan bisa menempatkan dirinya dengan baik di manapun ia berada. Walau kadang-kadang orang dengan pola sidik jari ini cukup keras kepala dan semaunya sendiri, mereka akan mudah tersentuh dan mengakui kesalahannya ketika mereka bersalah. Pemilik pola sidik jari kurva juga dikenal sebagai orang yang mudah tersinggung, mudah marah dan mudah sakit hati. Di sisi lain, orang-orang ini ternyata sangat suka dengan musik dan seni. Ia juga merupakan seseorang yang sangat setia pada orang tercinta dan sahabat terdekatnya. Mereka akan menghargai karya orang lain dengan baik. Tapi tidak jarang pula orang-orang dengan pola sidik jari ini akan berbuat curang dengan memanfaatkan orang lain untuk menggapai cita-cita atau ambisinya.
Bentuk Swirls atau Berputar-Putar
Biasanya, orang-orang dengan pola sidik jari ini dikenal sebagai orang-orang yang mampu memahami dan mengenal dengan cepat orang-orang serta lingkungan baru di sekitarnya. Orang-orang dengan pola sidik jari ini juga dikenal sebagai orang yang mudah marah, emosional, mudah terpengaruh dan cenderung menyembunyikan perasaan sebenarnya yang sedang ia rasakan. Secara umum, orang-orang dengan pola sidik jari swirl adalah orang-orang yang tenang, tanpa ekspresi dan agak lambat. Orang-orang dengan pola ini dikatakan sebagai orang-orang yang suka berpikir. Jadi, tidak heran jika sebagian besar pemilik sidik jari ini menyukai bidang pekerjaan pemrograman, studi hukum, penelitian dan studi yang terbilang rumit lainnya.
Itulah tiga pola sidik jari yang bisa bantu kita menebak kepribadian. Apakah pola tersebut sesuai dengan kepribadian kamu?

Rabu, 24 Februari 2016

Jaring Atlit Muda, PASI Adakan Invistasi Atlit Pelajar


Image By: Cirebon Media/ Bima

Cirebonmedia.com – PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) merupakan sebuah organisasi olahraga atletik Kabbupaten Cirebon mengadakan kegiatan Invistasi Atletik Pelajar se-Kabupaten Cirebon yang bekerjasama dengan DISBUDPARPORA (Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Cirebon.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan PASI yang mana pertama kali diadakan pada tahun 2005 yang bertujuan untuk merekrut atlit berbakat dari tingkat pelajar yang nantinya akan dibina oleh PASI Kabupaten Cirebon sebagai atlet unggulan yang berprestasi. Menurut Dade Firdaus selaku Sekum  PASI Kabupaten Cirebon, invistasi ini sudah membuahkan hasil yang cukup memuaskan, “Dengan adanya invistasi ini Kabupaten Cirebon yang tadinya tidak pernah mendapatkan medali di POPDA Jawa Barat, saat ini Kabupaten Cirebon sudah bisa mendapatkan medali di ajang POPDA Jawa Barat” ujarnya.
Image By: Cirebon Media/ Bima
Image By: Cirebon Media/ Bima
Pada tahun ini, invistasi atletik pelajar yang dikategorikan menjadi 3 tingkatan yaitu SD, SMP dan SMA yang diadakan di Stadion Ranggajati Sumber Kabupaten Cirebon berhasil menjaring 2575 peserta dimana hal ini menjadi rekor tertinggi jumlah peserta yang sebelumnya sebanyak 2300 peserta. Untuk tingkat SD ada 9 nomor yang dilombakan yaitu lari 100 m, lari 200 m, lari 400 m, estafet 4×100 m, estafet 4×200 m, tolak peluru, lompat tinggi, lompat jauh dan lempar lembing. Sementara untuk tingkat SMP dan SMA ada tambahan 3 nomor yaitu lari 800 m, lari 1500 m dan lempar cakram.
Dade juga menambhakan harapannya dengan adanya invistasi ini semoga atletik Kabupaten Cirebon dapat berjaya lagi seperti tahun 2010 dimana pada saat itu Kabupaten Cirebon menjadi juara umum dalam ajang POPDA Jawa Barat. Dan dari hasil invistasi ini para atlit nantinya akan diteruskan jenjangnya ke atlit senior untuk dilakukan pembinaan, dimana sudah ada 3 atlit Kabupaten Cirebon yang mewakili Jawa Barat dalam event Pekan Olahraga Nasional.

Sumber ;

Senin, 22 Februari 2016

Waspada Bahaya Kantong Plastik


Image By: Google.com

Cirebonmedia.com Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat senang berbelanja, dari kelas menengah ke atas hingga golongan menengah ke bawah setiap barang belanjaan dipastikan menggunakan kantong Plastik. Tahu kah anda bahwa kantong plastik sangat berbahaya khususnya jika digunakan sebagai tempat makanan.
Kantong plastik atau yang biasa kita sebut dengan kresek memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Bahaya limbah plastik bukan omong kosong. Telah banyak penelitian membuktikan dahsyatnya limbah plastik mendatangkan bahaya termasuk potensi negatifnya dalam mendegradasi lingkungan.
Seberapa besar bahaya kantong plastik terhadap lingkungan? Sejak 2009 lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM) Republik Indonesia  telah mengeluarkan peringatan publik tentang bahaya kantong plastik hitam atau lebih populer dengan nama kantong kresek (Margianto, H :2013).
Sebagian besar dari kantong kresek (terutama yang berwarna hitam) adalah hasil produk daur ulang, dimana bahan yang didaur ulang berasal dari berbagai material yang berbahaya bagi kesehatan. Plastik sendiri membutuhkan waktu yang lama untuk proses penghancurannya, untuk dapat menghancurkan plastik, mikroba butuh proses oksidasi. Kendala proses oksidasi secara ideal kantong kresek memakan waktu sekitar seribu tahun.
Image By: Google.com
Image By: Google.com
Berlandaskan dasar itulah plastik dikatakan berbahaya dan tidak ramah lingkungan. Mengingat lamanya proses oksidasi yang dibutuhkan plastik untuk hancur. Timbul pertanyaan bagaimana terobosan yang digunakan untuk menangani bahaya limbah kantong kresek?.
Beberapa ahli teknologi berlomba- lomba untuk menciptakan material bahan plastik yang ramah lingkungan salah satunyaTeknologi oxium, yang  memberikan campuran bahan aditif pembuat bijih plastik.Penambahan bahan tersebut dapat mempercepat masa oksidasi plastik yang semula seribu tahun menjadi dua tahun. Dengan demikian, plastik oxium memiliki keunggulan dapat memecah diri lebih cepat dari kantong kresek biasa.
Terobosan lain untuk mengatasi limbah plastik  dengan teknologi  Plastik yang  berasal dari tanaman seperti singkong dan jagung. Namun, bahan yang banyak digunakan saat ini adalah singkong. Hasil penelitian membuktikan bahwa kantong plastik dari singkong dapat terurai dalam jangka 3-6 bulan dilingkungan alami.
Kantong plastik ini merupakan polimer biodegradable, yang dapat terurai dialam dengan bantuan mikroorganisme dan air.
Dengan berbagai macam terobosan teknologi ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta dampak yang baik.

Sumber:



Minggu, 14 Februari 2016

MENGELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA



tamanRumah yang rapi dan bersih tentunya menjadi idaman setiap keluarga. Kebersihan rumah mempengaruhi kesehatan seisi anggota keluarga, terutama bila masih mempunyai balita dan anak-anak. Tapi tentunya setiap rumah menghasilkan sampah. Sampah rumah tangga (domestik) termasuk jenis sampah yang paling banyak dihasilkan. Kalau tidak dikelola dengan baik, tentunya sampah rumah tangga akan menjadi sarang bibit penyakit. Karena itu perlu ada manajemen pengelolaan sampah dalam keluarga, agar kebersihan rumah tetap terpelihara, dan kesehatan anggota keluarga tetap terjaga.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

1.Klasifikasikan sampah rumah tangga berdasarkan karakteristik sampah.
Sampah rumah tangga dapat dibagi menjadi 3, yakni sampah organik, anorganik, dan limbah berbahaya. Sampah organik berupa sampah sisa makanan dan daun-daun kering dari tanaman di halaman/kebun. Sampah anorganik berupa limbah plastik,kaca, dan kemasan kaleng. Sampah limbah berbahaya adalah jenis sampah yang memerlukan perlakuan khusus, karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti radio aktif. Contohnya adalah batre bekas, charger yang rusak, komponen komputer, dan lain-lain.

2.Siapkan tempat sampah sesuai klasifikasi. Kalau perlu diberi tanda agar seluruh anggota keluarga membuang sampah sesuai jenisnya di tempat yang sudah disediakan
.
3.Beri alas plastik di tempat sampah organik sampai menutupi bibir luar tempat sampah. Plastik jangan sampai robek atau bocor, dan tempat sampah harus memiliki tutup yang rapat, sehingga tidak menyebarkan bau dan bibit penyakit.

4.Buang selalu sampah setiap hari, terutama sampah organik. Sampah organik, bisa dimasukkan ke dalam lubang tanah kalau masih memiliki halaman yang luas, supaya masih bisa digunakan sebagai kompos alami tanaman. Atau dimasukkan ke dalam lubang biopori, yakni lubang yang dibuat dengan alat khusus sebagai tempat resapan air sekaligus difungsikan untuk tempat pengomposan sampah organik. Untuk sampah anorganik berupa kaleng, bahan-bahan yang terbuat dari plastik, serta kaca, bisa dikumpulkan untuk dijual atau diberikan ke pemulung agar di daur ulang. Sedangkan sampah limbah berbahaya , di buang ke tempat pembuangan sampah yang disediakan oleh dinas kebersihan supaya tidak membahayakan lingkungan dan masyakat sekitar.

5.Ganti plastik alas tempat sampah setiap kali membuang sampah. Ini untuk menghindari penyebaran bibit penyakit dari sisa sampah yang lalu.

6. Cuci tempat sampah bila sudah kotor. Tentunya untuk menghindari penyebaran bibit penyakit , sekaligus membuat tampilan dapur dan rumah menjadi bersih dan rapi.

7. Libatkan seluruh anggota keluarga untuk membuang sampah di tempat sampah yang benar, sesuai klasifikasinya, yakni organik, anorganik, dan sampah limbah berbahaya.

8.Jangan lupa untuk membersihkan tangan dengan sabun antiseptik di bawah air yang mengalir setiap kali selesai membuang sampah dan mengganti alas plastik tempat sampah sebelum melakukan kontak dengan dengan bahan makanan lainnya, atau melakukan aktivitas dengan anggota keluarga.

Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang tepat, pastinya selain rumah menjadi sehat dan bersih, lingkungan juga akan terjaga.

Sumber:
Cirebon media - MENGELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA
 

Kreativias Dari Kerajinan Sampah



sampah plastik 890X395
Cirebonmedia.com Sampah pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, terbayang dan terlintas dalam benak kita berupa tumpukan barang limbah yang tidak sedap dilihat serta beraroma busuk menyengat. Sampah diartikan sebagai suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Namun lain halnya dengan sosok yang satu ini, berawal dari Hobinya membuat asesoris Ibu Dewi Kania salah satu ibu rumah tangga di desa Watubelah berusaha keras untuk memanfaatkan sampah-sampah yang tidak terpakai menjadi benda yang memiliki nilai ekonimis tinggi. Saat ini ia telah mengajak masyarakat sekitar untuk dapat menghasilkan sebuah barang tak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.
Secara umum sampah yang dihasilkan manusia digolongkan menjadi dua macam yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang terdiri dari sampah dapur dan dedaunan merupakan jenis sampah yang dapat terurai secara alami (biodegradable). Jenis sampah ini sudah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan manusia dalam pembuatan produk seperti kompos, pupuk cair, briket, dan biogas.
Sedangkan sampah anorganik adalah jenis sampah yang tidak dapat terurai (undegradable) yang terdiri dari plastik, karet, kaleng dan logam. Kerja keras alam dalam meguraikan sampah secara natural sangat tidak berimbang dibanding berjuta volume sampah yang diproduksi. Oleh karena itu,  diperlukan suatu upaya intensif dalam penanganan dan pengolahan sampah agar tidak mengganggu kelestarian lingkungan.
Pemanfaatan sampah anorganik khususnya plastik, selama ini masih belum maksimal. Untuk sampah plastik yang masih bernilai ekonomis, orang banyak memanfaatkannya menjadi produk yang sama dengan bentuk awalnya (monoton) dan tidak ada variasi, seperti ember, tempat tabungan, kursi plastik, dan piring plastik yang proses pembuatannya melibatkan bahan kimia berbahaya.
sampah plastik 500X500
Image By: Google.com
Sedangkan untuk kantong plastik kebanyakan dibuang begitu saja ke lingkungan. Padahal kantong plastik yang digunakan manusia jumlahnya cukup besar. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pemanfaatan sampah plastik yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Salah satunya dengan membuatnya sebagai bahan baku pembuatan kerajinan rajut untuk dijadikan produk aksesoris.
Kerajinan rajut plastik digunakan sebagai media pengganti pembuatan kerajinan rajut dari benang. Produk rajut dari sampah plastik memiliki inovasi baru daripada kerajinan rajut yang ada selama ini berada di pasaran yang mana biasanya berbahan baku benang. Bahan sampah plastik dipilih karena sifatnya yang tahan lama, ketersediaannya melimpah, murah, dan mudah dibentuk. Dengan bahan baku yang murah ini menjadikan hasil rajutan dari sampah plastik memiliki harga yang lebih murah daripada yang terbuat dari benang.
Kerajinan rajut sampah plastik ini selain dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang menambah nilai ekonomis dan digunakan oleh masyarakat sebagai peluang usaha kerajinan, tetapi juga dapat membantu dalam menanggulangi pencemaran lingkungan.

Sumber:
Cirebon media - Kreativias Dari Kerajinan Sampah